Tampilkan postingan dengan label Cinta dan Harap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta dan Harap. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 September 2012

MADU, COKLAT dan GULA



MADU, COKLAT dan GULA
(Dialog Imajiner)

Suatu hari, terjadi percakapan antara madu, coklat dan gula:

Madu : Hai coklat dan gula, kita ini sungguh manis ya !?
Gula  : Memang benar, kita memang dibuat untuk terasa manis.
Coklat : Tapi menurutku bukan kita yang paling manis ?!
Madu & Gula : Haah, ko' bisa begitu ?!

Coklat : Coba kalian lihat orang yang sedang membaca tulisan ini,
                     dia lebih manis  dari kita kan..!!
                    Hey..lihat-lihat, dia tersenyum loohh, duuh manisnya….

Jumat, 03 Agustus 2012

TRUST or BELIEVE

Alkisah:

Seorang pemain akrobat sedang bersiap-siap atraksi pada sebuah pertunjukan yang menegangkan, dia akan meniti sebuah tali kecil seukuran kelingking bayi sepanjang 15 meter di atas ketinggian 20 meter dari permukaan tanah dengan mengedarai sepeda roda 1, dan dibawahnya tidak ada pengaman apapun, dapat dipastikan jika dia terjatuh akan berakibat fatal bahkan mati. Sebelum memulai aksinya, dia bertanya kepada penonton, "apakah anda semua percaya bahwa saya bisa menyeberangi tali kecil ini dengan selamat?", "tentu kami percaya", jawab penonton kompak.

Sang pemain akrobat memulai aksinya, baru berapa meter saja, tali kecil berayun-ayun, sepeda roda satu yang dikayuhnya terlihat huyung kekanan, ke kiri, ke depan bahkan ke belakang, semua penonton terdiam dalam ketegangan yang mencekam. Akhirnya sang pemain akrobat sampai di tempat yang dituju dengan selamat. Riuh rendah suara penonton diiringi tepuk tangan yang meriah mengagumi kepiawaiannya.

Sang pemain akrobat ternyata tidak berhenti sampai di situ. Pembawa acara mengumumkan bahwa akan ada atraksi yang lebih menegangkan lagi. Sang pemain akrobat tersebut kembali berbicara kepada penonton, "Apakah anda semakin percaya bahwa saya bisa menyeberangi tali kecil ini?", "tentu kami tambah percaya", jawab penonton dengan antusias. "Jika anda benar-benar percaya, buktikanlah", lanjut sang pemain akrobat, "dengan cara apa kami buktikan bahwa kami percaya?", tanya salah satu penonton.

"Saya meminta satu di antara anda untuk naik kepundak saya dan menyeberangi tali kecil ini bersama saya dengan mengendarai sepeda roda satu ini, anda mau??", tanya sang pemain akrobat dengan lantang. Semua penonton terdiam, suasana hening tak bergeming. Beberapa menit tak ada respon. 
"Berarti anda hanya percaya, tapi anda belum yakin", jelas sang pemain akrobat kemudian menutup atraksinya.

# # #

Apa maksud kisah di atas?

Senin, 23 Juli 2012

Wanita AngKasa


Di orbit awal kehadiranmu di muka bumi ini.
Tahukah engkau sosok penuh kasih sayang itu.
Dialah wanita anggun dan perkasa bernama ibu.
Lembut tangannya membesarkanmu.
Air matanya dalam doa mendinginkan panasnya hatimu.
Santun perkataannya mengajarkanmu berucap yang baik.
Rasa sakit dan deritanya takkan terganti sepanjang usiamu.

# # #
Di orbit berbeda dalam hidupmu.
Ada lagi seorang wanita angkasa.
Bukan bidadari dari surga, tapi manusia sebagaimana biasa.

Entah sekarang kau sudah bersamanya atau masih menunggu kehadirannya.

Kamis, 12 Juli 2012

INGIN PULANG






"Aku ingin pulang", begitulah salah satu lirik lagu Ebiet G Ade terdengar mengalun memenuhi ruang pelatihan saat jeda materi. Seperti biasa, setiap sore pada hari terakhir pelatihan per-angkatannya, saya memutar lagu ini sebagai pengantar perpisahan antara peserta dan fasilitator. Saat menyeruput secangkir kopi hangat yang sudah dihidangkan, saya dikagetkan oleh suara salah satu peserta, "lagunya pas banget Pak?", sapa sang ibu sambil duduk di depan meja saya. "Oh ya", balas saya dengan antusias. "Bapak jujur aja dech, yang ingin pulang itu bukan cuma kami kan?, pasti Bapak dan fasilitator lain juga kangen pulang, apalagi hampir 1 pekan Bapak tugas di sini", sambung sang ibu.  "Hmmm, iya Bu, betul sekali", jawab saya mengangguk dan tersenyum. "Makanya lagu ini saya putarkan untuk kita semua", lanjut saya menjelaskan. Tak berapa lama kami ngobrol ringan, rekan fasilitator lain datang memberi aba-aba bahwa materi segera dilanjutkan. Sang ibu kembali ke barisan kursi peserta.


Jumat, 15 Juni 2012

Ketika Harus Menyimpan

"Nak, sisa uang jajan tadi siang disimpan ya!". Begitulah pesan seorang Ibu pada anaknya agar berlatih menyimpan uang menjadi tabungan. Kita semua tahu, rajin menabung adalah kebiasaan baik dan menguntungkan. Banyak orang yang sukses dalam urusan ekonomi karena bisa menyimpan uangnya dalam tabungan dan sejenisnya.

Dalam urusan materi dan keuangan, menyimpan menjadi salah satu sarana untuk mencapai kenyamanan, ketenangan dan kemapanan. Walaupun materi bukanlah satu-satunya penentu kebahagiaan hidup, karena masih banyak hal lain yang dapat menentukan kebahagiaan seseorang.

Bagaimana halnya bila yang disimpan itu berupa "rasa" atau perasaan?