Tampilkan postingan dengan label Hakikat Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hakikat Hidup. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 September 2012

SYAIR AKHIR ZAMAN


I
Kekasih…
Merdunya gesekan daun ditengah rimba kini telah menghilang,
Berganti kebun sawit luas sejauh mata memandang,
tak ada lagi pekikan elang perkasa yang terbang,
dan indahnya belibis yang pulang petang.
Bumi sekarat, kehancuran menjelang.

Kini, kicau burung telah berganti dengan tiruan rangkaian elektronik,
Gemericiknya ikan di air bening berganti dengan walpaper komputer yang unik.
Sejuknya udara pagi karena embun didedaunan pun digantikan alat pendingin elektrik.
Bahkan…di hadapan teknologi ciptaan sendiri manusia diperbudak dan tak mampu untuk berkutik.

II
Kekasih…

Jumat, 03 Agustus 2012

TRUST or BELIEVE

Alkisah:

Seorang pemain akrobat sedang bersiap-siap atraksi pada sebuah pertunjukan yang menegangkan, dia akan meniti sebuah tali kecil seukuran kelingking bayi sepanjang 15 meter di atas ketinggian 20 meter dari permukaan tanah dengan mengedarai sepeda roda 1, dan dibawahnya tidak ada pengaman apapun, dapat dipastikan jika dia terjatuh akan berakibat fatal bahkan mati. Sebelum memulai aksinya, dia bertanya kepada penonton, "apakah anda semua percaya bahwa saya bisa menyeberangi tali kecil ini dengan selamat?", "tentu kami percaya", jawab penonton kompak.

Sang pemain akrobat memulai aksinya, baru berapa meter saja, tali kecil berayun-ayun, sepeda roda satu yang dikayuhnya terlihat huyung kekanan, ke kiri, ke depan bahkan ke belakang, semua penonton terdiam dalam ketegangan yang mencekam. Akhirnya sang pemain akrobat sampai di tempat yang dituju dengan selamat. Riuh rendah suara penonton diiringi tepuk tangan yang meriah mengagumi kepiawaiannya.

Sang pemain akrobat ternyata tidak berhenti sampai di situ. Pembawa acara mengumumkan bahwa akan ada atraksi yang lebih menegangkan lagi. Sang pemain akrobat tersebut kembali berbicara kepada penonton, "Apakah anda semakin percaya bahwa saya bisa menyeberangi tali kecil ini?", "tentu kami tambah percaya", jawab penonton dengan antusias. "Jika anda benar-benar percaya, buktikanlah", lanjut sang pemain akrobat, "dengan cara apa kami buktikan bahwa kami percaya?", tanya salah satu penonton.

"Saya meminta satu di antara anda untuk naik kepundak saya dan menyeberangi tali kecil ini bersama saya dengan mengendarai sepeda roda satu ini, anda mau??", tanya sang pemain akrobat dengan lantang. Semua penonton terdiam, suasana hening tak bergeming. Beberapa menit tak ada respon. 
"Berarti anda hanya percaya, tapi anda belum yakin", jelas sang pemain akrobat kemudian menutup atraksinya.

# # #

Apa maksud kisah di atas?

Sabtu, 07 Juli 2012

MAKIN DEKAT, BUKAN BERARTI LEBIH TEPAT


Pada pertandingan sepak bola, menendang 12 pas alias penalti terlihat mudah, karena titik putih menendang bola berjarak sangat dekat dari gawang. Namun tak jarang para pemain yang mengeksekusi penalti gagal dalam membobol gawang lawannya. Berbagai alasan bisa saja terjadi saat penalti gagal dieksekusi padahal jaraknya sangatlah dekat.


Masih membahas jarak dekat, saat saya tugas di Mempawah Kalimantan Barat, ada peserta pelatihan yang curhat bahwa dia punya kendala untuk dapat hadir tepat waktu ke kantor karena jarak yang jauh dari rumah ke tempat kerja, dia sangat ingin dipindah tugaskan ke kantor perwakilan yang lebih dekat dengan rumah tempat tinggal, supaya bisa lebih tepat waktu datang ke kantor. Setelah beberapa bulan dipindahkan, kepala perwakilannya mengeluh menceritakan perilaku indisipliner sang karyawan tersebut, ternyata dia makin sulit untuk disiplin, alasannya sederhana, saking dekatnya dengan kantor dia terlalu meremehkan jarak dekat itu, terkadang ada saja perlengkapan kerja yang ketinggalan di rumah sehingga dia sering bolak-balik rumah-kantor, bahkan jam istirahat makan siang, dia sering kebablasan tidur siang.

Senin, 06 Juni 2011

SUKSES VS BAHAGIA

Sukses tidak selalu sama dengan bahagia.
Mengapa? Karena kebahagiaan menyangkut perasaan, bukan hasil.
Bahagia adalah apa yang kita rasakan dalam hati.
Ukuran bahagia bukan berhasil atau gagal – seperti yang biasa digunakan dalam mengukur kesuksesan.